• Guru
  • Gedung MTsN 1 Kapuas

Selamat Datang di MTsN 1 Kapuas Terima Kasih Atas Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTsN 1 KAPUAS

NPSN : 30200482

Jl.Tambun Bungai No.49 Telp.0513-23539 Kuala Kapuas


info@mtsnselatkapuas.sch.id

TLP : 051323539


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 239358
Pengunjung : 54478
Hari ini : 13
Hits hari ini : 56
Member Online : 38
IP : 54.92.148.165
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • ganteng (Tamu)
    2019-04-17 15:51:59

    hay semua
  • ganteng (Tamu)
    2019-01-08 10:34:17

    3|4
  • ganteng (Tamu)
    2019-01-08 10:20:47

    3|3
  • ganteng (Tamu)
    2019-01-08 10:09:03

    3|2
  • ganteng (Tamu)
    2017-11-27 14:29:29

    kerjaan yang menumouk
  • ganteng (Tamu)
    2017-08-04 06:39:32

    2|1
  • ganteng (Tamu)
    2017-07-17 15:35:54

    Apa yang Anda pikirkan?

Inilah Makna Tersirat Dari Tari Tempurung Nyiur




Kuala Kapuas (inmas), Suara tempurung nyiur (kelapa)   property yang   dimainkan oleh para penari  mengeluarkan  bunyi khas,  terlebih diiringi dengan alunan musik,  sehingga nyaman  didengar dan dinikmati. Gerakan tangan serta lengak lenggok para penari dengan wajah yang ceria membuat para tamu undangan terkesima dan terhibur saat itu.

     Hal itu sebuah sekilas pemandangan penampilan  grup tari MTsN 1 Kapuas, membawakan Tari Tempurung Nyiur saat acara Halal Bihalal keluarga Besar Kantor Kemenag Kabupaten Kapuas, di Aula Pendidikan jum’at (5/7). Grup tari asuhan guru Seni Budaya, Annisa Rusida Fitriani, Erlina Suta dan Mila Karmila   berjumlah sepuluh orang penari dari kelas VII dan VIII.

     Anisa membeberkan, tari tempurung nyiur  merupakan  tarian kreasi bernuansa tradisional, memiliki makna cerita  tentang keceriaan anak-anak yang sedang bermain, dengan menggunakan tempurung.  Properti tempurung kelapa membawa angan-angan,  pada sebuah suasana pedesaan  jauh dari keramaian, penuh kedamaian dan kesejukan.

    “Tarian ini menampilkan kehidupan anak-anak pedesaan yang alami, bermain penuh keceriaan kebersamaan,  tanpa terpapar dari perkembangan jaman yang penuh dengan   dunia instan,” jelas Annisa.

     Ditambahkannya, untuk mampu menampilkan tarian yang apik, penari dituntut  mampu menjiwai, seolah  sedang terlibat langsung dalam suasana yang sebenarnya. Alunan musik sebagai gambaran suara alami dari alam sekitar tempat mereka bermain.

     “Persiapan tampil pada acara halal bihalal, dilakukan selama sebulan, selama waktu itu anak-anak dilatih, mulai dari mempelajari dan menghafal gerakan, penjiwaan, mental serta  kekompakan dalam gerakan,” pungkas Annisa. (Andg) 

 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas